Thursday, December 2, 2010

I wish I had a boyfriend (?)

Would life be better with the presence of a boyfriend?
Would I be happier if there's someone commit himself as mine?
Would I feel more secure if someone promise to take care of me?
I never know the answer to these questions. They might be simply range between yes and no, but I can rarely decide. However, I would have answered no to all those similiar questions days before, but silly today, I really wish I had a boyfriend.

Let's rewind what had happened today.

Pagi sebelum berangkat ngampus, gue sempatin singgah di bengkel las. (note: gue order tukang las buat bikin kerangka besi tugas final gue). Entah gue yang bego, atau tukang las-nya yang jago nge-bego-in gue, akhirnya gue setuju bayar 250 ribu (hasil nawar dari yang tadinya 350 ribu). Mahal? Ya. Mahal. Banget. Ditambah lagi, setelah confirm ke beberapa teman seangkatan, ada yang make jasa tukang las dengan upah 10% dari total transaksi gue dengan tukang las orderan gue. Nyesek? Banget.

(Sebenarnya kejadian yang mirip kayak begitu udah pernah gue alami. (Untungnya), waktu itu gue sadar lagi ditipu)

Telaah : Apa yang salah dari gue? Muka yang terlalu polos? Atau gue yang terlalu cepat percaya sama orang?

Oke, cukup membahas soal tukang las yang berhasil mood gue hancur setengah-harian. Mari pindah ke masalah parkiran.
Bisa dibilang apes, gue hari ini dapat parkir di daratan nan jauh dari kampus. Kalo dihitung-hitung, mungkin ada sekitar 150 meter jarak antara mobil gue dan kampus. Jauh? Silahkan Anda pertimbangkan.
Gue pribadi, nggak masalahin seberapa jauh gue harus jalan dari parkiran ke kelas tapi seberapa banyak bawaan yang gue harus angkut dari mobil ke kelas.

Rute 1: Mobil - Kelas
List bawaan:
  1. tas (bawaan rutin kalo kuliah)
  2. kerangka draft 3
  3. 3 paket modul buat draft 3 (yg untungnya masih dikit)
  4. gulungan gambar studi movement (yg seharusnya nggak dibawa)
  5. goody bag yang isinya perlengkapan "bertukang"
  6. kardus ukuran A1 yang udah kepake seperempat
Rute  2: Kelas - Mobil
List bawaan: kardus ukuran A1 tadi yang nggak jadi diapa-apain di kelas

Rute 3: Mobil - Kelas
List bawaan: 2 birmed ukuran A1

Rute 4: Kelas - Mobil
List bawaan:
  1. tas
  2. kerangka draft yg tetap kosong + modulnya
  3. gulungan gambar studi movement
  4. goody bag lagi
  5. birmed yang udah berubah jadi kontur tanah
  6. sisa potongan birmed yang gede-gede
  7. birmed temen yang ketinggalan
Rute 5: Mobil - Kelas
Nggak bawa apa-apa

Rute 6: Kelas - Mobil
List bawaan: 2 draft tugas gue yang terakhir (takut dibuang, karena isu-nya studio bakal dibersihin besok)

Mari berkalkulasi. 6 x 150 meter = 900 meter.

Dan apakah kalo seandainya gue punya pacar, keadaan bakal "less-hectic"? Probably yes.

Masalah tukang las:
SEANDAINYA gue ditemenin sama seseorang, terutama cowok, mungkin gue nggak bakal ditipu habis-habisan sama si tukang las. Mungkin gue nggak bakal dianggap "nggak tahu apa-apa" soal dunia tukang.
Masalah bawaan:
Yang ini mungkin agak egois kedengarannya. Tapi SEANDAINYA gue punya pacar, BARANGKALI dia bakal bermurah hati mengurangi bawaan gue. Seperempatnya aja udah membantu banget.
Dan SEANDAINYA gue punya pacar yang sibuk, yang nggak bisa nemenin gue ke bengkel las atau bantuin gue bawain sedikit barang-barang gue, setidaknya gue punya tempat di mana gue bisa ceritain semua ini. Tempat yang jauh lebih baik daripada harus curhat di blog.

How's that sound? Pathetic?

1 comment: